Monday, January 17, 2011

celotehan bisu distasiun

Ingat pagi itu hari gelap tak ada sang mentari

aku memintamu menemaniku

mencari entah apa yang kucari

kita berjalan di peron yang sepi bergandeng tangan layaknya sepasang kekasih

perlahan membunuh sepi
duduk berdua membicarakan sesuatu yang dirimu pun tak mengerti termasuk aku

entah itu penampilan orang
entah itu penampilan diri kita
tetap ada yang terbicarakan

hingga dentang suara memberitahukan kereta yang tertunggu memasuki stasiun

aku berdiri, menggenggam tanganmu untuk berdiri disebelahku
agar tak ada satupun dari kita tertinggal oleh sang kereta.

Hanya ada peron,bangku dan kereta yang menjadi saksi tentang pembicaraan kita.

0 comments:

Post a Comment

Stats

Translete